TRIP PULAU HARAPAN KEPULAUAN SERIBU, SEJUTA HARAPAN SEJUTA KEINDAHAN SEDIKIT KEKECEWAAN
TRIP PULAU HARAPAN
KEPULAUAN SERIBU
SEJUTA HARAPAN SEJUTA
KEINDAHAN SEDIKIT KEKECEWAAN
Halo semuanya lama tidak menulis
blog, sejak masuk kerja di SMA Regina Pacis Bogor blog saya yang ini udah ketinggalan
zaman kayaknya karena gak pernah di update lagi. Maklumlah kerjaan sebagai
seorang guru apalagi guru baru yang butuh adaptasi memerlukan energi yang tidak
sedikit. Ditambah dengan aktif di berbagai kegiatan Gereja sampai lupa mau
nulis blog lagi.
Oke lanjut ke cerita ya, jadi
Trip ini diawali dari omongan yang dilontarkan di grup whatsapp Legio Mariae
(sebuah komunitas doa dalam Gereja Katolik). Salah satu teman mengajak
untuk liburan selama 3 hari 2 malam ke
Pulau Harapan, Kepulauan Seribu Utara. Awalnya agak ragu karena takut jadi
tukang tepok nyamuk dan fotografer prawed dadakan wkwkwkwk, maklum teman yang
ngajak itu pacaran juga sama teman saya yang lain jadi ya ragu dong nanti jadi
pengganggu. Tapi akhirnya saya setuju
ikut setelah dengar bahwa yang ngetrip bukan cuma mereka sepasang tapi juga teman-teman
lainnya. Singkat cerita karena teman-teman lain tidak bisa ikut akhirnya pada
bawa keluarga masing-masing deh. Dalam trip kali ini saya bawa seorang sepupu
ane, seorang gamer dari gerombolan siberat wkwkwk. Dalam grup trip ini ada saya
dan sepupu, teman saya di kampus dulu, dan dia bawa dua adiknya yang lucu-lucu,
pacar temen saya yang juga dulu kenal dan jadi teman saya di Legio Mariae
selaku “Tour Leader”, dia bawa mamanya dan kedua adiknya yang lucu, juga tiga
orang sepupunya, temannya dan pacar temannya, lalu ada dua orang teman dari
Legio Mariae juga. Susah kan? Hahaha intinya kita semua berangkat dengan total
16 orang. Semua itinerary sudah dijelaskan melalui whatsapp dengan biaya Rp
370.000,00/pax. Itinerary yang kami dapat adalah sebagai berikut:
HARI PERTAMA
1. Perjalanan dari kali adem menuju pulau harapan
2. Cek in di Homestay/penginapan (Ac,Tv&Airmineral)
3.Makan 6X (siang,malam&sarapan pagi)
4. Hopping Island ke pulau bira, pulau bulat dan lainnya sampe cape
5. Menikmati sunset di pulau panjang kecil
HARI KEDUA
1. Menikmati sunrise di taman wisata depan cottage simpink
2. Persiapan untuk snorkling
4. Snorkling ke pulau genteng besar, pulau macan dan karang atol
5. Singgah di pulau dolpin dan perak
3. Barberque (lengkap dengan Sound & Lighting Standar)
HARI KETIGA
1. Menikmati sunrise di taman wisata depan cottage simpink
2. Bermain kano sebagai fasilitas free dari penginapan simpink
3. Melihat penangkaran penyu
4. Persiapan untuk kembali ke jakarta
5. Perjalanan pulang dari pulau harapan - kali adem
Harga 3 Hari 2 Malam
2 orang = 1.340 jt
3 orang = 940 jt
4 orang = 760 ribu
5 orang = 640 ribu
6 orang = 560 ribu
7 orang = 505 ribu
8 orang = 465 ribu
9 orang = 430 ribu
10 orang = 405 ribu
11 s.d 19 orang = 370 ribu
20 s.d 29 orang = 340 ribu
30 s.d 49 orang = 320 ribu
50 orang s.d 100 = 300 ribu
Harga tidak termasuk transportasi jakarta pulau PP.
Transportasi :
PP via kaliadem Rp. 80 ribu
PP Via marina. Rp. 500 ribu
Harga sudah termasuk :
Home stay AC + TV
Makan 6x
Barbaeque
Tradisonal boat
Peralatan snorkling lengkap
Tour guide
Camera underwater
Sekitar H-3 sebelum berangkat, teman ane si Tour Leader memberitahu bahwa "bermain kano" diganti ke hari pertama supaya lebih lowong di hari ketiga. Keliatan excited kan? Iya tapi akhirnya yah ada yang sedikit mengecewakan karena tidak sesuai dengan itinerary yang diberikan (diming-imingi).
1. Perjalanan dari kali adem menuju pulau harapan
2. Cek in di Homestay/penginapan (Ac,Tv&Airmineral)
3.Makan 6X (siang,malam&sarapan pagi)
4. Hopping Island ke pulau bira, pulau bulat dan lainnya sampe cape
5. Menikmati sunset di pulau panjang kecil
HARI KEDUA
1. Menikmati sunrise di taman wisata depan cottage simpink
2. Persiapan untuk snorkling
4. Snorkling ke pulau genteng besar, pulau macan dan karang atol
5. Singgah di pulau dolpin dan perak
3. Barberque (lengkap dengan Sound & Lighting Standar)
HARI KETIGA
1. Menikmati sunrise di taman wisata depan cottage simpink
2. Bermain kano sebagai fasilitas free dari penginapan simpink
3. Melihat penangkaran penyu
4. Persiapan untuk kembali ke jakarta
5. Perjalanan pulang dari pulau harapan - kali adem
Harga 3 Hari 2 Malam
2 orang = 1.340 jt
3 orang = 940 jt
4 orang = 760 ribu
5 orang = 640 ribu
6 orang = 560 ribu
7 orang = 505 ribu
8 orang = 465 ribu
9 orang = 430 ribu
10 orang = 405 ribu
11 s.d 19 orang = 370 ribu
20 s.d 29 orang = 340 ribu
30 s.d 49 orang = 320 ribu
50 orang s.d 100 = 300 ribu
Harga tidak termasuk transportasi jakarta pulau PP.
Transportasi :
PP via kaliadem Rp. 80 ribu
PP Via marina. Rp. 500 ribu
Harga sudah termasuk :
Home stay AC + TV
Makan 6x
Barbaeque
Tradisonal boat
Peralatan snorkling lengkap
Tour guide
Camera underwater
Sekitar H-3 sebelum berangkat, teman ane si Tour Leader memberitahu bahwa "bermain kano" diganti ke hari pertama supaya lebih lowong di hari ketiga. Keliatan excited kan? Iya tapi akhirnya yah ada yang sedikit mengecewakan karena tidak sesuai dengan itinerary yang diberikan (diming-imingi).
Sebelum berangkat, saya banyak
mencari refrensi Pulau Harapan (pulau berpenghuni yang jaraknya paling jauh di
Kepulauan seribu) karena baru kali ini pergi kesana, sebelumnya hanya ke Pulau
Pari. Ternyata dari pengalaman teman-teman yang pernah kesana katanya pulaunya
bagus untuk hopping island (keliling ke pulau-pulau kecil di sekitar), spot snorkeling
yang indah naujubilah dan banyak spot yang sangat fotogenic, tapi banyak juga
yang kecewa sama agen tour yang katanya nggak jelas. Bahkan salah satu teman saya
ada yang pernah kesana nggak dapat foto underwater yang dijanjikan dengan
alasan memory yang tidak sengaja ter-format, dan agen tour tidak memberi
kompensasi apapun. Ditambah kalau cari di internet akan banyak menemukan
sharing pengalaman buruk ke pulau seribu dan mayoritas karena agen tour yang
bermasalah dan tidak bertanggungjawab (source & source). Jadilah saya agak was-was apakah akah
mengalami hal yang sama yang dialami oleh banyak orang.
Perjalanan kami awalnya
dijadwalkan pada tanggal 14-16 Juni 2018 tapi entah mengapa tiba-tiba diundur
sehari menjadi 15-17 Juni 2018. Kami dijadwalkan berkumpul di Dermaga Kali
Adem, Muara Angke tanggal 15 Juni 2018 pukul 06.00 pagi. Ketika saya cek
kalender dan juga mengikuti perkembangan persiapan sidang isbat, saya kaget
karena ternyata tanggal 15 Juni 2018 kemungkinan besar adalah jatuhnya hari
Raya Idul Fitri bagi umat muslim. Mengapa sampai kaget, apakah harus selebay
itu? Kaget karena takut gak ada kendaraan menuju Dermaga Kali Adem, Muara Angke
apalagi pagi dini hari harus berangkat. Akhirnya saya dan sepupu memutuskan
berangkat dari rumah tante di daerah Slipi Kemanggisan.
Muara Angke di waktu pagi
Benar saja, kami kesulitan
mendapatkan Grab Car waktu itu padahal di map ada tapi gak ada yang mau anter
mungkin karena kami pesan jam 04.30 (kami anti telat) dan waktu itu sedang hari
raya Idul Fitri. Beruntung dengan dibantu cici saya tercinta jadilah saya dan
sepupu menuju Muara Angke dengan menggunakan Grab Bike dan Gojek. Sampai di
Muara Angke sekitar jam 05.15 dengan kondisi jalanan sangatttttttt sepi.
Setelah itu kami berkumpul di depan pintu masuk menuju dermaga dan saya sangat
senang karena keluarga teman saya sang ‘Tour Leader” sangat ramah dan hangat
sekali menyambut kami yang baru kali ini pergi dengan mereka. Bahkan sepupu saya
sampai bilang rasanya seperti saudara sendiri sekalipun baru kali ini bertemu.
Setelah semua berkumpul dengan diwarnai insiden ada yang telat wkwkwkwk kami
berangkat menuju ke Pulau Harapan sekitar pukul 07.30 pagi dengan menggunakan
KM Miles kalau gak salah namanya. Perjalanan ini akan menempuh waktu sekitar
tiga jam menuju Pulau Harapan. Kapal
berangkat sekitar pukul 07.33 berdasarkan waktu di jam tangan ane.
Perjalanan menuju Pulau kami
lalui dengan baik, ombaknya nggak terlalu besar walaupun kapal goyang kesana
kemari. Penumpang yang berada di bangku seberang kami banyak yang mabuk laut
dan walhasil mengeluarkan isi perut mereka. Tapi kami semua nggak ada yang
mabok hahahaha kami anak Antimo, minum Antimo sebelum perjalanan agar tidak
mual. Pukul 10.45 menurut jam tangan ane, kapal kami berlabuh di dermaga Pulau
Harapan. Ada kejadian unik yang mengagetkan kami ketika datang, jadi ada
rombongan lain yang bersama dengan kami. Ada seseorang yang awalnya duduk dua
bangku di depan ane. Sekitar pukul 10.30 (15 menit sebelum sampai), bapak itu
nanya ke saya “sudah jam berapa ya? Masih lama nggak ya sampenya? Saya udah nggak kuat”. Saya jawab “kayaknya 15
menit lagi sampe kalau nggak kuat ada wc kan di belakang”. Orangnya nggak jawab
apa-apa dan ketika kapal udah berlabuh tiba-tiba dia muntah wkwkwkwk. Semua
pada kaget apalagi saya dan teman saya si “tour leader” yang posisinya persis
di seberang itu orang. Setelah mengeluarkan isi perutnya orang itu ditegur sama
keluarganya kenapa daritadi gak bilang kalau mabok. Orangnya marah-marah dan
bilang “saya juga nggak mau begini” lalu
hueee lagi. Kami yang kaget langsung buru-buru keluar kapal karena situasinya
udah nggak enak dilihat hahaha.
Kondisi kapal di keberangkatan
Setelah keluar dari kapal, tidak
lama kemudian kami dijemput oleh orang-orang yang katanya akan menjadi Tour
Guide kami. Seorang pemuda gitu sepertinya, dan dari sini udah kelihatan anehnya. Tour guidenya
nggak ngejelasin apa-apa *tepok jidat*. Dia dateng ketemu teman saya si tour
leader lalu mengantar kami ke homestay yang ternyata jaraknya jauhhhh gila dari
dermaga Pulau Harapan. Cape banget jalannya apalagi sambal bawa tas-tas gede.
Ternyata oh ternyata, homestay yang kami tempati berlokasi di Pulau Kelapa.
Pulau Harapan dan Pulau Kelapa dipisahkan hanya oleh sebuah jalan kecil yang
cukup panjang dan di kiri-kanannya terdapat banyak tanaman bakau (mangrove). Si
Tour Guide nggak menjelaskan apa-apa padahal harusnya dia kan bilang ini Pulau
Kelapa, ini apa gitu, dll deh. Malah saya yang harus bilang “ini ke arah Pulau
Kelapa ya mas”, dan dia langsung senyam senyum salting. Mungkin dia pikir
“hebat nih orang tau aja, mungkin dia pernah kesini kali ya”. Wkwkwkwk saya gak
pernah kesini tapi baca di internet banyak orang yang trip ke Pulau Harapan
tapi homestaynya di Pulau Kelapa dan udah pernah liat gambar tempatnya di
internet.
Dermaga Pulau Harapan
Pemandangan depan Homestay
Oh ya dermaga Pulau Harapan itu
ternyata airnya jernih banget cuma sayangnya banyak orang yang nggak peduli
dengan lingkungan dan mereka buang sampah seenaknya. Sayang ya padahal kalau
banyak orang yang peduli, pulau ini bisa jadi primadona tour di Kepulauan
Seribu.
Homestay yang kami tempati
sebetulnya sangat nyaman, ada tv yang gede dan AC (yang anginnya nggak ada
rasa), homestaynya terbuat dari bamboo yang sangat nyaman sekali, ada wc dalam
yang tiada kuncinya hahaha. TVnya LED loh bisa dinyalain kok tapi “no signal”
wkwkwk kami protes ke pihak tour katanya mau dibetulin tapi nggak diberesin
sama sekali sampai kami pulang *timpuk tomat*.
Pemandangan depan Homestay, kanannya gak saya foto karena kotor
Homestay kami berdiri di atas tambak dengan di
depannya ada sedikit tanaman Bakau, sebuah Laguna yang luas, dan terlihat laut
lepas di depan sana. Sayangnya banyak penghuni cottage yang buang sampah
sembarangan padahal airnya jernih banget. Seandainya saja mereka peduli dengan
linkungan pasti cottage ini akan terasa sangat nyaman sekali apalagi anginnya
itu kencang bin segar bin nyegerin. Oh iya, ternyata kami satu homestay dengan orang yang muntah waktu di kapal *tepok jidat* tapi jarak kamarnya jauh dari
kami. Akhirnya kami memberi kode nama untuk orang itu yaitu *telolet”. Setiap kali doi muncul, kita pasti
bilang “telolet”. Setelah sampai dan beristirahat sedikit kami disuguhi makan
siang lengkap dengan sirup jeruk yang segar. Makanannya enak, waktu itu ketupat
sama ayam dan sayur kacang panjang, rasanya enak banget.
Hari pertama kalau sesuai
itinerary harusnya kami bermain kano yang menjadi fasilitas dari “Simpink” agen
tour kami. Tapi tour guide kami tiba-tiba bilang kalau “Kanonya rusak komandan
belum dibetulin jadi nggak bisa main kano”. Jegerrr, waktu kami lihat kanonya
ada di samping homestay (airnya agak kotor karena banyak sampah di samping
homestay). Ternyata Kanonya kelihatan sudah usang seperti ngggak pernah diurus
dalam waktu lama. Pihak tour agent pun tidak ada inisiatif untuk kompensasi
kegagalan kano ini. Teman saya sempat minta
main banana boat sebagai kompensasi tapi katanya ditolak dan si agen tour
bilang “nggak bisa karena bukan fasilitas dari agen tour dan kalau yang sudah
disiapkan tidak bisa ya tidak ada”. Intinya, dari pihak agen tour tidak ada
inisiatif untuk kompensasi kegagalan kano ini. Saya pribadi sebagai seorang traveler yang ikutan
tour tentu nggak bisa maksa dong kalau memang keadaannya begitu tapi setidaknya
inisiatif kek, adain Coca-Colaan bareng, atau kasih apa gitu sebagai bentuk
kompensasi. Tapi ini nggak dan kecewanya kami ya luar biasa dong padahal udah
excited sama main kano. Oh iya, si bos agen tour juga nggak dateng sama sekali
sampai kami pulang, yang dateng cuma Tour Guidenya yang nggak banyak jelasin
apa-apa.
Setelah makan dan istirahat kami
pun dibawa Hopping Island dengan tujuan pertama adalah “Pulau Genteng Kecil”. Oh
iya, untuk masuk ke kapalnya kami harus melalui perjuangan berat dengan
merangkak di samping dinding pagar gitu, bawahnya ya pantai gitu dan ada airnya
sebetis kayaknya, salah dikit ya jatoh.
Perjuangan menuju kapal untuk hopping island/snorkeling
Begitu sampai di Pulau Genteng
Kecil, tempatnya ternyat sangat indah, airnya biru jernih, dan ada orang bule
yang lagi berenang disitu. Pasirnyaaaaa lembut dan bersih tapi kalau ke tengah
terlalu banyak bulu babi. Oh iya, disini ada baby shark yang dikurung gitu
dalam kandang kecil *saya lupa foto*. Dermaga kayunya juga bagus dengan
banyak terumbu karang keliatan di sekitarnya dengan air yang jernih. Saya lupa foto karena saya takut kalau pegang hp dekat pinggir air. Takut nyemplung
dan rusak seperti kejadian teman ane. Jadi saya agak phobia megang handphone dekat
air gitu walhasil nggak banyak foto di tempat ini. Sebelum pulang, kita
foto-foto dibantu tour guidenya pake hp ane. Entah mengapa semua hasil fotonya
miring wkwkwkwk bingung juga tapi yaudahlah.
Yoga dulu ah
Dari Pulau Genteng Kecil kami
dibawa ke Pulau China, disini ada ibu-ibu jualan gorengan dan gorengannya enak
loh walaupun harganya memang lebih mahal. Di pulau ini kita gabut karena banyak
bulu babi di pantai jadi Cuma foto-foto cantik, makan gorengan, dan minum soda.
Dari sini , teman saya si “tour leader”
meminta saya untuk memutuskan perjalanan
berikutnya karena saya udah banyak browsing pulau-pulau indah di sekitar yang
indah. Saya memutuskan untuk minta tour
guide mengantar kami ke Pulau Bira tapi katanya dermaganya rubuh kena angin
kencang. Walah padahal Pulau Bira itu salah satu pulau yang katanya bagus
banget walaupun agak scary karena nggak berpenghuni. Akhirnya saya minta dianter ke Pulau Gosong (ini pulau
keren semacam Sandbank di Maldives, jadi tumbukan pasir di tengah laut lepas
gitu). Tapi si Guide nolak dengan alasan takut ombaknya gede padahal waktu itu
kayaknya ombaknya biasa aja. Akhirnya Guide mengajak kami ke Pulau Bulat yang saya
baca di internet ini Pulaunya Soeharto (Sumpah ini Guide gak ngejelasin apa-apa
ini Pulau apa dll). Dalam perjalanan menuju Pulau Bulat kami melewati Pulau
Gosong dan melihat banyak orang disana *ingin rasanya kujitak ini Guide*. Sampai
di Pulau Bulat tempatnya cukup asik dan Pulau ini ada pintu masuknya gitu,
pasirnya putih sekali dan ada tempat dimana kita bisa berenang hanya Guidenya
minta jangan terlalu ke tengah melewati batas pulau karena dalam dan ada banyak
bulu babi.
Foto dari pantai Pulau China
Ayunan di Pulau China
Gerbang menuju Pulau Bulat (foto ini diambil dalam perjalanan pulang dari Pulau Bulat)
Bahkan di Pulau yang punya
sejarah dengan Orde Baru ini si Guide nggak ngejelasin apa-apa. Begitu saya nanya
apakah ini benar Pulau punya bpk Soeharto? Ada Helipadnya ya? Bagus buat lihat
Sunset ya? Baru Guidenya bilang iya dll dan terlihat dia agak salting mungkin
bingung kok saya tau banyak. Kami disini agak lama, saya juga asik berenang
bareng temen-temen cowo sementara yang cewe pada nggak mau berenang. Oh ya
disini ombaknya gede baru turun tangga dikit langsung kedorong sama ombaknya
(hati-hati ya licin tangganya). Kalau sesuai itinerary kami akan dibawa menuju
“Pulau Panjang Kecil” untuk melihat sunset yang katanya indah banget. Saya pun
nanya ke si Guide apakah benar setelah ini Sunset Trip tapi ternyata si Guide
bilang kalau kita langsung pulang karena takut gelap kalau lama pulang nanti
susah liat karang *terus untuk apa nulis di itinerary, biar narik pengunjung
gitu?* tapi ya saya gak bisa nyalahin Guide juga karena dia hanya menjalankan
tugas. Guidenya bilang nanti lihat sunset di Cottage aja. Akhirnya kami pulang
ke Cottage dan menempuh perjalanan kurang lebih 45 menit melewati pulau-pulau
indah ditemani matahari senja yang keren banget. Sampai di Cottage langsung
mandi dan istirahat lalu makan sore. Guidenya kan bilang ya lihat sunset di
Cottage aja tapi abis sampe Guidenya hilang nggak tau kemana dan di Cottage gak
keliatan Sunset, kalau Sunrise iya *sumpah gregetan abis*.
Matahari Senja di tengah Laut Jawa
Coba tebak guidenya yang mana?
Hari pertama kami akhiri dengan
makan malam, jalan-jalan ke dermaga (mandiri tanpa pengawalan Guide sampai
nyasar dan nanya jalan ke penduduk setempat) beli gorengan 2 ribu/tusuk gitu,
ada leker, martabak yang kata abangnya pake telor buaya wakakaka, sumpah martabak
telornya enak. Di saat-saat seperti inilah tanpa pegang gadget mulu, diterpa
angin laut yang segar dan bersama teman-teman kita bisa mengambil sedikit
keheningan dari hiruk pikuk kota. Tapi ngomong-ngomong ini Guide kemana ya? Tadi
dia janjiin spot sunset di Cottage dan Pulau, kok hilang dia seperti mantan
yang hilang entah kemana. Entahlah tapi dengan atau tanpa Guide yang penting
bahagia walaupun rasanya gregetan ini Guide nggak ngejelasin apa-apa. Apalagi
begitu tau dari orang-orang disana kalau di Pulau Harapan dan Kelapa pun ada
spot dimana kita bisa foto sunset yang bagus banget *kuingin marah
melampiaskan*. Hari pertama pun usai, sampai malam kami main kartu remi lalu
bobo cantik dan siap melanjutkan ke hari kedua.
Jalan-jalan menuju Dermaga
Jajanan di dermaga murah meriahhhh
Ada yang main catur Tiongkok malam-malam hahaha lama banget selesainya dan bingung aturannya
Hari Kedua, kami langsung sarapan
minum teh manis hangat yang disediakan. Enak dan mantep deh buat mengawali
hari. Salah satu teman saya “sebut saja Mawar”, eh dia laki-laki jadi sebut
saja Melati. Doi tiba-tiba turun ke tambak yang waktu itu airnya surut, dan
nangkepin kepiting kata agen tournya nanti siang direbus buat makan siang.
Dapet banyak kepitingnya dan memang bener abis itu setelah pulang dari
snorkeling direbus tapi saya gak makan karena gak suka kepiting. Hari kedua ini
jadwal kami adalah snorkeling dan keliling pulau-pulau lagi.
Sunrise depan Cottage
Persiapan snorkeling
Taman dekat Cottage
Spot snorkeling pertama adalah di
Pulau Genteng besar (inipun kudu saya yang nanya karena si Guide gak ngejelasin
apapun). Bahkan cara masang alat snorkelingnya pun dia gak ngejelasin apa-apa
jadi ya kami mandiri dan karena udah pada ngerti jadi langsung nyemplung. Kacamata
yang mereka pinjemin gampang berembun, baru masukin kepala sedikit langsung
berembun. Sepatu kataknya pun hadeh buset dah Cuma disiapin tiga pasang dan
keadaannya nggak terawat.
Karang di Pulau Genteng
Foto bareng pas snorkeling
Tapi sudahlah Pulau Genteng besar
ini terumbu karangnya masih bagus-bagus dan banyak ikan lucu yang langsung
dateng begitu dikasih roti. Ikannya jinak-jinak dan lucu dan jumlahnya sangat
banyak. Kami nggak lama disini cuma sekitar 40 menit dan langsung menuju spot
kedua di tempat yang namanya karang atoll. Disini kami nggak berani nyebur ke
air karena takut arusnya lagi kencang. Hal itu dapat kita lihat dari ikan yang
nggak ada sama sekali mungkin ikannya takut keseret arus juga kali. Juga ada
kapal lain disini selain kita dan ada anak kecil yang nyemplung tapi sambil
pegangan tali dari kapal takut kebawa arus. Disini kita cuma makan lalu lanjut
ke Pulau Gosong, sebenarnya kami minta ke Pulau Gosong dari pagi tapi Guidenya
bilang nggak bisa karena mau snorkeling lebih awal. Sebenarnya di Pulau Gosong
juga nggak ngapa-ngapain kami terutama saya cuma mau foto karena spotnya bagus.
Sampai di Pulau Gosong kami nggak berani nyebur karena lihat pulaunya udah
tinggal sedikit tenggelam karena air pasang dan ombaknya cukup kencang.
Ikan-ikan di pulau Genteng
Dari Pulau Gosong perjalanan
dilanjutkan menuju Pulau Dolphin, disini sumpah tempatnya bagus banget
pantainya, berasa di Lombok. Ada tiga gradasi warna di pantai Pulau Dolphin ini
dari biru tua, biru muda, dan putih. Pasirnya haluss banget dan enak main
disini karena airnya jernih. Guidenya bilang kalau beruntung terkadang kita
bisa lihat lumba-lumba lagi main-main dekat pantai (ini juga saya duluan yang
nanya apakah benar pulau ini pernah dipakai Ancol untuk penangkaran
lumba-lumba). Disini kita main rada lama dan seru banget ada disini rasanya
nggak mau pulang. Oh ya sangat disayangkan di air sejernih ini masih aja ada yang
buang sampah sembarangan *kalau ketemu mau aku sumpelin mereka pakai sampah
yang mereka buang sembarangan*. Dari Pulau Dolphin, kita melanjutkan perjalanan
ke Pulau Perak, di perjalanan ke Pulau Perak, kapal yang kami tumpangi melewati
2 Pulau dengan arus kencang yang membuat kapal goyang ke kiri dan kanan bahkan
ada satu momen dimana ada ombak gede tepat di depan kapan dan langsung
mengguyur kami. Saya yang waktu itu lagi megang handphone kaget karena
tiba-tiba liat ombak segede itu depan mata, tapi untungnya cuma sekali dan
setelah itu aman-aman saja. Di Pulau Perak kondisinya mirip Pulau Dolphin tapi
ombaknya cukup kencang. Di tepi pantainya banyak serpihan karang yang kadang
bikin kaki jadi sakit.
Pulau Gosong, sayangnya nggak bisa kesana karena sudah pasang
Pulau Dolphinnnn
Foto bareng di Pulau Dolphin
Kami cuma sekitar 20 menit main
disini, main air, main ayunan, dan foto-foto karena tiba-tiba Guide dateng dan
mengajak kami pulang ke Cottage. Reaksi pertama saya adalah kaget dengan hal seperti ini, why? Ini
masih jam 14.30 bro masih siang seharusnya masih ada pulau lain yang bisa kami
kunjungi. Guide beralasan takut kalau sore ombaknya makin gede tanpa penjelasan
lebih padahal di Pulau ini juga banyak kapal dari Pulau Harapan dengan bentuk
yang sama dan mereka masih bisa main disana. Sumpah nggak habis pikir kenapa
diburu-buru amat padahal masih siang. Akhirnya kami pun pulang kembali ke
Cottage dengan menempuh waktu sekitar 55 menit dengan ombak yang menurut saya
biasa-biasa saja. Sampai di cottage langsung mandi dan makan lalu katanya ada
persiapan BBQ. Sekitar jam 18.00 kami milih keluar cottage dan jalan-jalan ke
dermaga dan kantor kelurahan Pulau Kelapa (lagi-lagi tanpa pengawalan Guide,
jadi kita YOLO aja). Sampai disana ada kapal yang lagi bersandar tapi kita
nggak boleh masuk. Di perjalanan ke dermaga kita disuguhi jalan panjang yang cantik
banget pemandangan kiri kanannya, dan anginnya kencang banget tapi seger. Lalu
kami lanjut ke dermaga Pulau Harapan untuk jajan, dan kali ini nggak nyasar
karena udah inget jalan.
Kubur-kubur di Pulau Dolphin
Tour Leader Little Sister
Pantai Dolphin dari Kejauhan, lihat gradasi warnanya
Satu sisi di Pulau Perak
Sekitar jam 20.00, Guide dateng
dan bilang BBQ akan segera dilakukan tapi ternyata digabung sama rombongan lain
yang satu Cottage. Akhirnya kami milih nggak ikutan bakar nunggu hasilnya aja
hahaha. Sekitar pukul 20.30 datanglah BBQ kami yaitu 1 buah ikan gede dan
beberapa ikan kecil. Rasanya cukup enak, dagingnya empuk apalagi pakai kecap
pedas dari tour agent. Nah waktu malam ini kami rasanya kesel banget karena air
gallon habis dan kami minta di refill ke Tour Agent tapi ternyata sampai pagi
nggak di refill juga jadilah kami banyak yang kehausan bahkan saya terpaksa
minum teh manis yang tadi pagi sempat saya ambil. Sumpah ini parah banget kita
kehausan, apa ada batas gallon per hari? Kalau memang ada batas gallon per hari
harusnya kan mereka bilang. Kalau harus beli ya kami beli deh itu gallon air
karena seret ini tenggorokan. Besok paginya baru dateng air itupun cuma
beberapa air aqua gelas dan beberapa aqua botol gitu.
Jalan menuju Dermaga Pulau Kelapa
Pemandangan malam Pulau Kelapa, langitnya bersih banget
BBQan kami
Hari ketiga setelah malamnya
cukup haus kami langsung sarapan dan beres-beres barang dan memastikan nggak
ada yang ketinggalan lagi. Sekitar pukul 09.00 kami dijemput dan diajak ke
penangkaran penyu sambal bawa barang-barang kami yang berat. Disini banyak penyu kecil kalau nggak salah tukik ya
namanya. Juga ada penyu gede yang boleh kita ajak foto tapi nggak boleh pakai
Flash ya fotonya karena akan berbahaya bagi si Penyu. Ada Gazebo kecil
dibawahnya ada kolam isi ikan kakap deh kayaknya. Disini cukup lama dan setelah
selesai kami menuju Dermaga untuk pulang ke Jakarta. Sekitar jam 11.00 kami
semua standby dan menanti kapal yang ternyata datang sekitar jam 12.00an. Nah
disini sempat ada kejadian yang bikin pusing. Orangnya rame banget bisa
dibilang perjalanan pulang ini penumpangnya lebih ramai daripada pas pergi.
Ketika sudah mendekati kapal dan seperti ada pengecekan gitu si Guidenya hilang
entah kemana padahal tadi persis ada di depan kami, dan kami udah niat kasih
dia tip disaat itu. Kami cukup panik karena nggak tau kapal mana yang harus
dinaikin, ada dua kapal yang bentuknya sama dengan nama Miles 1 dan Miles 2.
Kan bingung jadinya ditambah Guidenya hilang nggak tau kemana, untungnya
ternyata kami cukup menyebutkan nama pemilik agen tour kami. Kami akhirnya bisa
pulang walaupun sempat panik disaat-saat terakhir.
Little Seaturtle
Ini turis nyasar entah siapa
Foto-foto always
Ramainya yang mau pulang + Guide hilang entah kemana paniklah kita
Berdesakan untuk kembali ke Jakarta
Bayangin 3 jam tidur depan beginian hahaha
Sayangnya banyak sampah mengambang di dermaga padahal airnya bersih
Perjalanan pulang ini menempuh
waktu yang lebih lama beberapa menit dan melalui perjalanan yang cukup extreme.
Sebetulnya langit sangat cerah tapi entah kenapa ombanya gede banget sampai
kapal goyang sana sini. Bahkan air sampai beberapa kali masuk muncrat ke dalam
kapal, uniknya ada satu momen dimana ada salah satu ABK yang buang sampah
sembarangan. Dia lempar apa gitu keluar kapal dan tepat saat itu juga ada ombak
gede nerjang dan bikin dia basah *hukuman alam mungkin*. Di perjalanan pulang
karena rame banget saya dan sepupu dapet tempat persis di depan mesin kapal
(bagian kapal paling belakang dekat pintu keluar belakang kapal) yang bunyinya
bikin nggak bisa tidur. Teman saya yang duduk di lambung kapal tiba-tiba chat
di grup whatsapp kalau ternyata di depan pada basah kuyup airnya masuk banyak.
Setelah sampai di Muara Angke, teman saya ini cerita kalau ketika kapal sampai
goyang kiri kanan cukup parah dia sampai mikirin amit-amit kalau terbalik harus
keluar lewat jendela mana. Puji Tuhan kami sampai dengan selamat di Muara Angke
sekitar pukul 15.45 walaupun cukup extreme di tengah perjalanan.
Inilah kisah saya dan teman-teman Trip To Pulau Harapan 15-17
Juni 2018. Intinya senang walaupun sedikit kecewa karena agen tour dan Guide
yang sedikit aneh. Pulau Harapan ini punya potensi bagus jadi primadona wisata
di Pulau Seribu, hanya perlu diperbaiki system agen tournya. Lebih mahal dikit
nggak masalah selama itu memuaskan wisatawan. Juga perlu disadari jangan buang
sampah sembarangan. Dermaganya airnya jernih sebetulnya tapi banyak orang yang
nggak peduli dan buang sampah begitu saja di Pulau ini. Kalau begini terus
lama-lama pulau ini nggak akan indah lagi dan bisa jadi dilupakan orang. Itulah
pengalaman saya 3 hari 2 malam di Pulau Harapan, sejuta harapan, sejuta
keindahan, sejuta kebahagiaan, tapi sedikit kekecewaan. Tuhan memberkati.
















































Komentar
Posting Komentar