TRIP PULAU HARAPAN KEPULAUAN SERIBU, SEJUTA HARAPAN SEJUTA KEINDAHAN SEDIKIT KEKECEWAAN


TRIP PULAU HARAPAN KEPULAUAN SERIBU
SEJUTA HARAPAN SEJUTA KEINDAHAN SEDIKIT KEKECEWAAN


Halo semuanya lama tidak menulis blog, sejak masuk kerja di SMA Regina Pacis Bogor blog saya yang ini udah ketinggalan zaman kayaknya karena gak pernah di update lagi. Maklumlah kerjaan sebagai seorang guru apalagi guru baru yang butuh adaptasi memerlukan energi yang tidak sedikit. Ditambah dengan aktif di berbagai kegiatan Gereja sampai lupa mau nulis blog lagi.


Hip Hip Horray

Oke lanjut ke cerita ya, jadi Trip ini diawali dari omongan yang dilontarkan di grup whatsapp Legio Mariae (sebuah komunitas doa dalam Gereja Katolik). Salah satu teman mengajak untuk  liburan selama 3 hari 2 malam ke Pulau Harapan, Kepulauan Seribu Utara. Awalnya agak ragu karena takut jadi tukang tepok nyamuk dan fotografer prawed dadakan wkwkwkwk, maklum teman yang ngajak itu pacaran juga sama teman saya  yang lain jadi ya ragu dong nanti jadi pengganggu. Tapi akhirnya saya  setuju ikut setelah dengar bahwa yang ngetrip bukan cuma mereka sepasang tapi juga teman-teman lainnya. Singkat cerita karena teman-teman lain tidak bisa ikut akhirnya pada bawa keluarga masing-masing deh. Dalam trip kali ini saya bawa seorang sepupu ane, seorang gamer dari gerombolan siberat wkwkwk. Dalam grup trip ini ada saya dan sepupu, teman saya di kampus dulu, dan dia bawa dua adiknya yang lucu-lucu, pacar temen saya yang juga dulu kenal dan jadi teman saya di Legio Mariae selaku “Tour Leader”, dia bawa mamanya dan kedua adiknya yang lucu, juga tiga orang sepupunya, temannya dan pacar temannya, lalu ada dua orang teman dari Legio Mariae juga. Susah kan? Hahaha intinya kita semua berangkat dengan total 16 orang. Semua itinerary sudah dijelaskan melalui whatsapp dengan biaya Rp 370.000,00/pax. Itinerary yang kami dapat adalah sebagai berikut:

HARI PERTAMA
1. Perjalanan dari kali adem menuju pulau harapan
2. Cek in di Homestay/penginapan   (Ac,Tv&Airmineral)
3.Makan 6X (siang,malam&sarapan pagi)
4. Hopping Island ke pulau bira, pulau bulat dan lainnya  sampe cape
5. Menikmati sunset di pulau panjang kecil

HARI KEDUA
1. Menikmati sunrise di taman wisata depan cottage simpink
2. Persiapan untuk snorkling
4. Snorkling ke pulau genteng besar, pulau macan dan karang atol
5. Singgah di pulau dolpin dan perak
3. Barberque (lengkap dengan Sound & Lighting Standar)

HARI KETIGA
1. Menikmati sunrise di taman wisata depan cottage simpink
2. Bermain kano sebagai fasilitas free dari penginapan simpink
3. Melihat penangkaran penyu
4. Persiapan untuk kembali ke jakarta

5. Perjalanan pulang dari pulau harapan - kali adem

Harga 3 Hari 2 Malam

2 orang = 1.340 jt
3 orang = 940 jt
4 orang = 760 ribu
5 orang = 640 ribu
6 orang = 560 ribu
7 orang = 505 ribu
8 orang = 465 ribu
9 orang = 430 ribu
10 orang = 405 ribu
11 s.d 19 orang = 370 ribu
20 s.d 29 orang = 340 ribu
30 s.d 49 orang = 320 ribu
50 orang s.d 100 = 300 ribu

Harga tidak termasuk transportasi jakarta pulau PP.

Transportasi :
PP via kaliadem Rp. 80 ribu
PP Via marina.   Rp. 500 ribu

Harga sudah termasuk :
Home stay AC + TV
Makan 6x
Barbaeque
Tradisonal boat
Peralatan snorkling lengkap
Tour guide
Camera underwater


Sekitar H-3 sebelum berangkat, teman ane si Tour Leader memberitahu bahwa "bermain kano" diganti ke hari pertama supaya lebih lowong di hari ketiga. Keliatan excited kan? Iya tapi akhirnya yah ada yang sedikit mengecewakan karena tidak sesuai dengan itinerary yang diberikan (diming-imingi).

Sebelum berangkat, saya banyak mencari refrensi Pulau Harapan (pulau berpenghuni yang jaraknya paling jauh di Kepulauan seribu) karena baru kali ini pergi kesana, sebelumnya hanya ke Pulau Pari. Ternyata dari pengalaman teman-teman yang pernah kesana katanya pulaunya bagus untuk hopping island (keliling ke pulau-pulau kecil di sekitar), spot snorkeling yang indah naujubilah dan banyak spot yang sangat fotogenic, tapi banyak juga yang kecewa sama agen tour yang katanya nggak jelas. Bahkan salah satu teman saya ada yang pernah kesana nggak dapat foto underwater yang dijanjikan dengan alasan memory yang tidak sengaja ter-format, dan agen tour tidak memberi kompensasi apapun. Ditambah kalau cari di internet akan banyak menemukan sharing pengalaman buruk ke pulau seribu dan mayoritas karena agen tour yang bermasalah dan tidak bertanggungjawab (source & source). Jadilah saya agak was-was apakah akah mengalami hal yang sama yang dialami oleh banyak orang.

Perjalanan kami awalnya dijadwalkan pada tanggal 14-16 Juni 2018 tapi entah mengapa tiba-tiba diundur sehari menjadi 15-17 Juni 2018. Kami dijadwalkan berkumpul di Dermaga Kali Adem, Muara Angke tanggal 15 Juni 2018 pukul 06.00 pagi. Ketika saya cek kalender dan juga mengikuti perkembangan persiapan sidang isbat, saya kaget karena ternyata tanggal 15 Juni 2018 kemungkinan besar adalah jatuhnya hari Raya Idul Fitri bagi umat muslim. Mengapa sampai kaget, apakah harus selebay itu? Kaget karena takut gak ada kendaraan menuju Dermaga Kali Adem, Muara Angke apalagi pagi dini hari harus berangkat. Akhirnya saya dan sepupu memutuskan berangkat dari rumah tante di daerah Slipi Kemanggisan.

 Muara Angke di waktu pagi

Benar saja, kami kesulitan mendapatkan Grab Car waktu itu padahal di map ada tapi gak ada yang mau anter mungkin karena kami pesan jam 04.30 (kami anti telat) dan waktu itu sedang hari raya Idul Fitri. Beruntung dengan dibantu cici saya tercinta jadilah saya dan sepupu menuju Muara Angke dengan menggunakan Grab Bike dan Gojek. Sampai di Muara Angke sekitar jam 05.15 dengan kondisi jalanan sangatttttttt sepi. Setelah itu kami berkumpul di depan pintu masuk menuju dermaga dan saya sangat senang karena keluarga teman saya sang ‘Tour Leader” sangat ramah dan hangat sekali menyambut kami yang baru kali ini pergi dengan mereka. Bahkan sepupu saya sampai bilang rasanya seperti saudara sendiri sekalipun baru kali ini bertemu. Setelah semua berkumpul dengan diwarnai insiden ada yang telat wkwkwkwk kami berangkat menuju ke Pulau Harapan sekitar pukul 07.30 pagi dengan menggunakan KM Miles kalau gak salah namanya. Perjalanan ini akan menempuh waktu sekitar tiga jam menuju Pulau Harapan.  Kapal berangkat sekitar pukul 07.33 berdasarkan waktu di jam tangan ane.
Dermaga Kali Adem, Muara Angke sebelum keberangkatan

Perjalanan menuju Pulau kami lalui dengan baik, ombaknya nggak terlalu besar walaupun kapal goyang kesana kemari. Penumpang yang berada di bangku seberang kami banyak yang mabuk laut dan walhasil mengeluarkan isi perut mereka. Tapi kami semua nggak ada yang mabok hahahaha kami anak Antimo, minum Antimo sebelum perjalanan agar tidak mual. Pukul 10.45 menurut jam tangan ane, kapal kami berlabuh di dermaga Pulau Harapan. Ada kejadian unik yang mengagetkan kami ketika datang, jadi ada rombongan lain yang bersama dengan kami. Ada seseorang yang awalnya duduk dua bangku di depan ane. Sekitar pukul 10.30 (15 menit sebelum sampai), bapak itu nanya ke saya “sudah jam berapa ya? Masih lama nggak ya sampenya? Saya  udah nggak kuat”. Saya jawab “kayaknya 15 menit lagi sampe kalau nggak kuat ada wc kan di belakang”. Orangnya nggak jawab apa-apa dan ketika kapal udah berlabuh tiba-tiba dia muntah wkwkwkwk. Semua pada kaget apalagi saya dan teman saya si “tour leader” yang posisinya persis di seberang itu orang. Setelah mengeluarkan isi perutnya orang itu ditegur sama keluarganya kenapa daritadi gak bilang kalau mabok. Orangnya marah-marah dan bilang “saya  juga nggak mau begini” lalu hueee lagi. Kami yang kaget langsung buru-buru keluar kapal karena situasinya udah nggak enak dilihat hahaha.

Kondisi kapal di keberangkatan

Setelah keluar dari kapal, tidak lama kemudian kami dijemput oleh orang-orang yang katanya akan menjadi Tour Guide kami. Seorang pemuda gitu sepertinya, dan dari  sini udah kelihatan anehnya. Tour guidenya nggak ngejelasin apa-apa *tepok jidat*. Dia dateng ketemu teman saya si tour leader lalu mengantar kami ke homestay yang ternyata jaraknya jauhhhh gila dari dermaga Pulau Harapan. Cape banget jalannya apalagi sambal bawa tas-tas gede. Ternyata oh ternyata, homestay yang kami tempati berlokasi di Pulau Kelapa. Pulau Harapan dan Pulau Kelapa dipisahkan hanya oleh sebuah jalan kecil yang cukup panjang dan di kiri-kanannya terdapat banyak tanaman bakau (mangrove). Si Tour Guide nggak menjelaskan apa-apa padahal harusnya dia kan bilang ini Pulau Kelapa, ini apa gitu, dll deh. Malah saya yang harus bilang “ini ke arah Pulau Kelapa ya mas”, dan dia langsung senyam senyum salting. Mungkin dia pikir “hebat nih orang tau aja, mungkin dia pernah kesini kali ya”. Wkwkwkwk saya gak pernah kesini tapi baca di internet banyak orang yang trip ke Pulau Harapan tapi homestaynya di Pulau Kelapa dan udah pernah liat gambar tempatnya di internet.

Dermaga Pulau Harapan

Pemandangan depan Homestay

Oh ya dermaga Pulau Harapan itu ternyata airnya jernih banget cuma sayangnya banyak orang yang nggak peduli dengan lingkungan dan mereka buang sampah seenaknya. Sayang ya padahal kalau banyak orang yang peduli, pulau ini bisa jadi primadona tour di Kepulauan Seribu.

Homestay yang kami tempati sebetulnya sangat nyaman, ada tv yang gede dan AC (yang anginnya nggak ada rasa), homestaynya terbuat dari bamboo yang sangat nyaman sekali, ada wc dalam yang tiada kuncinya hahaha. TVnya LED loh bisa dinyalain kok tapi “no signal” wkwkwk kami protes ke pihak tour katanya mau dibetulin tapi nggak diberesin sama sekali sampai kami pulang *timpuk tomat*.
Pemandangan depan Homestay, kanannya gak saya foto karena kotor

Homestay kami berdiri di atas tambak dengan di depannya ada sedikit tanaman Bakau, sebuah Laguna yang luas, dan terlihat laut lepas di depan sana. Sayangnya banyak penghuni cottage yang buang sampah sembarangan padahal airnya jernih banget. Seandainya saja mereka peduli dengan linkungan pasti cottage ini akan terasa sangat nyaman sekali apalagi anginnya itu kencang bin segar bin nyegerin. Oh iya, ternyata kami satu homestay dengan orang yang muntah waktu di kapal *tepok jidat* tapi jarak kamarnya jauh dari kami. Akhirnya kami memberi kode nama untuk orang itu yaitu  *telolet”. Setiap kali doi muncul, kita pasti bilang “telolet”. Setelah sampai dan beristirahat sedikit kami disuguhi makan siang lengkap dengan sirup jeruk yang segar. Makanannya enak, waktu itu ketupat sama ayam dan sayur kacang panjang, rasanya enak banget.



Hari pertama kalau sesuai itinerary harusnya kami bermain kano yang menjadi fasilitas dari “Simpink” agen tour kami. Tapi tour guide kami tiba-tiba bilang kalau “Kanonya rusak komandan belum dibetulin jadi nggak bisa main kano”. Jegerrr, waktu kami lihat kanonya ada di samping homestay (airnya agak kotor karena banyak sampah di samping homestay). Ternyata Kanonya kelihatan sudah usang seperti ngggak pernah diurus dalam waktu lama. Pihak tour agent pun tidak ada inisiatif untuk kompensasi kegagalan kano ini. Teman saya  sempat minta main banana boat sebagai kompensasi tapi katanya ditolak dan si agen tour bilang “nggak bisa karena bukan fasilitas dari agen tour dan kalau yang sudah disiapkan tidak bisa ya tidak ada”. Intinya, dari pihak agen tour tidak ada inisiatif untuk kompensasi kegagalan kano ini. Saya  pribadi sebagai seorang traveler yang ikutan tour tentu nggak bisa maksa dong kalau memang keadaannya begitu tapi setidaknya inisiatif kek, adain Coca-Colaan bareng, atau kasih apa gitu sebagai bentuk kompensasi. Tapi ini nggak dan kecewanya kami ya luar biasa dong padahal udah excited sama main kano. Oh iya, si bos agen tour juga nggak dateng sama sekali sampai kami pulang, yang dateng cuma Tour Guidenya yang nggak banyak jelasin apa-apa.

Setelah makan dan istirahat kami pun dibawa Hopping Island dengan tujuan pertama adalah “Pulau Genteng Kecil”. Oh iya, untuk masuk ke kapalnya kami harus melalui perjuangan berat dengan merangkak di samping dinding pagar gitu, bawahnya ya pantai gitu dan ada airnya sebetis kayaknya, salah dikit ya jatoh.

Perjuangan menuju kapal untuk hopping island/snorkeling


Begitu sampai di Pulau Genteng Kecil, tempatnya ternyat sangat indah, airnya biru jernih, dan ada orang bule yang lagi berenang disitu. Pasirnyaaaaa lembut dan bersih tapi kalau ke tengah terlalu banyak bulu babi. Oh iya, disini ada baby shark yang dikurung gitu dalam kandang kecil *saya lupa foto*. Dermaga kayunya juga bagus dengan banyak terumbu karang keliatan di sekitarnya dengan air yang jernih. Saya lupa foto karena saya takut kalau pegang hp dekat pinggir air. Takut nyemplung dan rusak seperti kejadian teman ane. Jadi saya agak phobia megang handphone dekat air gitu walhasil nggak banyak foto di tempat ini. Sebelum pulang, kita foto-foto dibantu tour guidenya pake hp ane. Entah mengapa semua hasil fotonya miring wkwkwkwk bingung juga tapi yaudahlah.




Yoga dulu ah

Dari Pulau Genteng Kecil kami dibawa ke Pulau China, disini ada ibu-ibu jualan gorengan dan gorengannya enak loh walaupun harganya memang lebih mahal. Di pulau ini kita gabut karena banyak bulu babi di pantai jadi Cuma foto-foto cantik, makan gorengan, dan minum soda. Dari sini , teman saya  si “tour leader” meminta saya  untuk memutuskan perjalanan berikutnya karena saya udah banyak browsing pulau-pulau indah di sekitar yang indah. Saya  memutuskan untuk minta tour guide mengantar kami ke Pulau Bira tapi katanya dermaganya rubuh kena angin kencang. Walah padahal Pulau Bira itu salah satu pulau yang katanya bagus banget walaupun agak scary karena nggak berpenghuni. Akhirnya saya  minta dianter ke Pulau Gosong (ini pulau keren semacam Sandbank di Maldives, jadi tumbukan pasir di tengah laut lepas gitu). Tapi si Guide nolak dengan alasan takut ombaknya gede padahal waktu itu kayaknya ombaknya biasa aja. Akhirnya Guide mengajak kami ke Pulau Bulat yang saya baca di internet ini Pulaunya Soeharto (Sumpah ini Guide gak ngejelasin apa-apa ini Pulau apa dll). Dalam perjalanan menuju Pulau Bulat kami melewati Pulau Gosong dan melihat banyak orang disana *ingin rasanya kujitak ini Guide*. Sampai di Pulau Bulat tempatnya cukup asik dan Pulau ini ada pintu masuknya gitu, pasirnya putih sekali dan ada tempat dimana kita bisa berenang hanya Guidenya minta jangan terlalu ke tengah melewati batas pulau karena dalam dan ada banyak bulu babi.
Foto dari pantai Pulau China

Ayunan di Pulau China

Gerbang menuju Pulau Bulat (foto ini diambil dalam perjalanan pulang dari Pulau Bulat)


Bahkan di Pulau yang punya sejarah dengan Orde Baru ini si Guide nggak ngejelasin apa-apa. Begitu saya nanya apakah ini benar Pulau punya bpk Soeharto? Ada Helipadnya ya? Bagus buat lihat Sunset ya? Baru Guidenya bilang iya dll dan terlihat dia agak salting mungkin bingung kok saya tau banyak. Kami disini agak lama, saya juga asik berenang bareng temen-temen cowo sementara yang cewe pada nggak mau berenang. Oh ya disini ombaknya gede baru turun tangga dikit langsung kedorong sama ombaknya (hati-hati ya licin tangganya). Kalau sesuai itinerary kami akan dibawa menuju “Pulau Panjang Kecil” untuk melihat sunset yang katanya indah banget. Saya pun nanya ke si Guide apakah benar setelah ini Sunset Trip tapi ternyata si Guide bilang kalau kita langsung pulang karena takut gelap kalau lama pulang nanti susah liat karang *terus untuk apa nulis di itinerary, biar narik pengunjung gitu?* tapi ya saya gak bisa nyalahin Guide juga karena dia hanya menjalankan tugas. Guidenya bilang nanti lihat sunset di Cottage aja. Akhirnya kami pulang ke Cottage dan menempuh perjalanan kurang lebih 45 menit melewati pulau-pulau indah ditemani matahari senja yang keren banget. Sampai di Cottage langsung mandi dan istirahat lalu makan sore. Guidenya kan bilang ya lihat sunset di Cottage aja tapi abis sampe Guidenya hilang nggak tau kemana dan di Cottage gak keliatan Sunset, kalau Sunrise iya *sumpah gregetan abis*.

Matahari Senja di tengah Laut Jawa

Coba tebak guidenya yang mana?

Hari pertama kami akhiri dengan makan malam, jalan-jalan ke dermaga (mandiri tanpa pengawalan Guide sampai nyasar dan nanya jalan ke penduduk setempat) beli gorengan 2 ribu/tusuk gitu, ada leker, martabak yang kata abangnya pake telor buaya wakakaka, sumpah martabak telornya enak. Di saat-saat seperti inilah tanpa pegang gadget mulu, diterpa angin laut yang segar dan bersama teman-teman kita bisa mengambil sedikit keheningan dari hiruk pikuk kota. Tapi ngomong-ngomong ini Guide kemana ya? Tadi dia janjiin spot sunset di Cottage dan Pulau, kok hilang dia seperti mantan yang hilang entah kemana. Entahlah tapi dengan atau tanpa Guide yang penting bahagia walaupun rasanya gregetan ini Guide nggak ngejelasin apa-apa. Apalagi begitu tau dari orang-orang disana kalau di Pulau Harapan dan Kelapa pun ada spot dimana kita bisa foto sunset yang bagus banget *kuingin marah melampiaskan*. Hari pertama pun usai, sampai malam kami main kartu remi lalu bobo cantik dan siap melanjutkan ke hari kedua.
Jalan-jalan menuju Dermaga

Jajanan di dermaga murah meriahhhh
Ada yang main catur Tiongkok malam-malam hahaha lama banget selesainya dan bingung aturannya


Hari Kedua, kami langsung sarapan minum teh manis hangat yang disediakan. Enak dan mantep deh buat mengawali hari. Salah satu teman saya “sebut saja Mawar”, eh dia laki-laki jadi sebut saja Melati. Doi tiba-tiba turun ke tambak yang waktu itu airnya surut, dan nangkepin kepiting kata agen tournya nanti siang direbus buat makan siang. Dapet banyak kepitingnya dan memang bener abis itu setelah pulang dari snorkeling direbus tapi saya gak makan karena gak suka kepiting. Hari kedua ini jadwal kami adalah snorkeling dan keliling pulau-pulau lagi.
Sunrise depan Cottage
Persiapan snorkeling

Taman dekat Cottage

Spot snorkeling pertama adalah di Pulau Genteng besar (inipun kudu saya yang nanya karena si Guide gak ngejelasin apapun). Bahkan cara masang alat snorkelingnya pun dia gak ngejelasin apa-apa jadi ya kami mandiri dan karena udah pada ngerti jadi langsung nyemplung. Kacamata yang mereka pinjemin gampang berembun, baru masukin kepala sedikit langsung berembun. Sepatu kataknya pun hadeh buset dah Cuma disiapin tiga pasang dan keadaannya nggak terawat.

Karang di Pulau Genteng

Foto bareng pas snorkeling


Tapi sudahlah Pulau Genteng besar ini terumbu karangnya masih bagus-bagus dan banyak ikan lucu yang langsung dateng begitu dikasih roti. Ikannya jinak-jinak dan lucu dan jumlahnya sangat banyak. Kami nggak lama disini cuma sekitar 40 menit dan langsung menuju spot kedua di tempat yang namanya karang atoll. Disini kami nggak berani nyebur ke air karena takut arusnya lagi kencang. Hal itu dapat kita lihat dari ikan yang nggak ada sama sekali mungkin ikannya takut keseret arus juga kali. Juga ada kapal lain disini selain kita dan ada anak kecil yang nyemplung tapi sambil pegangan tali dari kapal takut kebawa arus. Disini kita cuma makan lalu lanjut ke Pulau Gosong, sebenarnya kami minta ke Pulau Gosong dari pagi tapi Guidenya bilang nggak bisa karena mau snorkeling lebih awal. Sebenarnya di Pulau Gosong juga nggak ngapa-ngapain kami terutama saya cuma mau foto karena spotnya bagus. Sampai di Pulau Gosong kami nggak berani nyebur karena lihat pulaunya udah tinggal sedikit tenggelam karena air pasang dan ombaknya cukup kencang.



Ikan-ikan di pulau Genteng

Dari Pulau Gosong perjalanan dilanjutkan menuju Pulau Dolphin, disini sumpah tempatnya bagus banget pantainya, berasa di Lombok. Ada tiga gradasi warna di pantai Pulau Dolphin ini dari biru tua, biru muda, dan putih. Pasirnya haluss banget dan enak main disini karena airnya jernih. Guidenya bilang kalau beruntung terkadang kita bisa lihat lumba-lumba lagi main-main dekat pantai (ini juga saya duluan yang nanya apakah benar pulau ini pernah dipakai Ancol untuk penangkaran lumba-lumba). Disini kita main rada lama dan seru banget ada disini rasanya nggak mau pulang. Oh ya sangat disayangkan di air sejernih ini masih aja ada yang buang sampah sembarangan *kalau ketemu mau aku sumpelin mereka pakai sampah yang mereka buang sembarangan*. Dari Pulau Dolphin, kita melanjutkan perjalanan ke Pulau Perak, di perjalanan ke Pulau Perak, kapal yang kami tumpangi melewati 2 Pulau dengan arus kencang yang membuat kapal goyang ke kiri dan kanan bahkan ada satu momen dimana ada ombak gede tepat di depan kapan dan langsung mengguyur kami. Saya yang waktu itu lagi megang handphone kaget karena tiba-tiba liat ombak segede itu depan mata, tapi untungnya cuma sekali dan setelah itu aman-aman saja. Di Pulau Perak kondisinya mirip Pulau Dolphin tapi ombaknya cukup kencang. Di tepi pantainya banyak serpihan karang yang kadang bikin kaki jadi sakit.

Pulau Gosong, sayangnya nggak bisa kesana karena sudah pasang

Pulau Dolphinnnn

Foto bareng di Pulau Dolphin



Kami cuma sekitar 20 menit main disini, main air, main ayunan, dan foto-foto karena tiba-tiba Guide dateng dan mengajak kami pulang ke Cottage. Reaksi pertama saya  adalah kaget dengan hal seperti ini, why? Ini masih jam 14.30 bro masih siang seharusnya masih ada pulau lain yang bisa kami kunjungi. Guide beralasan takut kalau sore ombaknya makin gede tanpa penjelasan lebih padahal di Pulau ini juga banyak kapal dari Pulau Harapan dengan bentuk yang sama dan mereka masih bisa main disana. Sumpah nggak habis pikir kenapa diburu-buru amat padahal masih siang. Akhirnya kami pun pulang kembali ke Cottage dengan menempuh waktu sekitar 55 menit dengan ombak yang menurut saya biasa-biasa saja. Sampai di cottage langsung mandi dan makan lalu katanya ada persiapan BBQ. Sekitar jam 18.00 kami milih keluar cottage dan jalan-jalan ke dermaga dan kantor kelurahan Pulau Kelapa (lagi-lagi tanpa pengawalan Guide, jadi kita YOLO aja). Sampai disana ada kapal yang lagi bersandar tapi kita nggak boleh masuk. Di perjalanan ke dermaga kita disuguhi jalan panjang yang cantik banget pemandangan kiri kanannya, dan anginnya kencang banget tapi seger. Lalu kami lanjut ke dermaga Pulau Harapan untuk jajan, dan kali ini nggak nyasar karena udah inget jalan.

Kubur-kubur di Pulau Dolphin

Tour Leader Little Sister

Pantai Dolphin dari Kejauhan, lihat gradasi warnanya

Satu sisi di Pulau Perak


Sekitar jam 20.00, Guide dateng dan bilang BBQ akan segera dilakukan tapi ternyata digabung sama rombongan lain yang satu Cottage. Akhirnya kami milih nggak ikutan bakar nunggu hasilnya aja hahaha. Sekitar pukul 20.30 datanglah BBQ kami yaitu 1 buah ikan gede dan beberapa ikan kecil. Rasanya cukup enak, dagingnya empuk apalagi pakai kecap pedas dari tour agent. Nah waktu malam ini kami rasanya kesel banget karena air gallon habis dan kami minta di refill ke Tour Agent tapi ternyata sampai pagi nggak di refill juga jadilah kami banyak yang kehausan bahkan saya terpaksa minum teh manis yang tadi pagi sempat saya ambil. Sumpah ini parah banget kita kehausan, apa ada batas gallon per hari? Kalau memang ada batas gallon per hari harusnya kan mereka bilang. Kalau harus beli ya kami beli deh itu gallon air karena seret ini tenggorokan. Besok paginya baru dateng air itupun cuma beberapa air aqua gelas dan beberapa aqua botol gitu.

Jalan menuju Dermaga Pulau Kelapa

Pemandangan malam Pulau Kelapa, langitnya bersih banget

BBQan kami


Hari ketiga setelah malamnya cukup haus kami langsung sarapan dan beres-beres barang dan memastikan nggak ada yang ketinggalan lagi. Sekitar pukul 09.00 kami dijemput dan diajak ke penangkaran penyu sambal bawa barang-barang kami yang berat. Disini  banyak penyu kecil kalau nggak salah tukik ya namanya. Juga ada penyu gede yang boleh kita ajak foto tapi nggak boleh pakai Flash ya fotonya karena akan berbahaya bagi si Penyu. Ada Gazebo kecil dibawahnya ada kolam isi ikan kakap deh kayaknya. Disini cukup lama dan setelah selesai kami menuju Dermaga untuk pulang ke Jakarta. Sekitar jam 11.00 kami semua standby dan menanti kapal yang ternyata datang sekitar jam 12.00an. Nah disini sempat ada kejadian yang bikin pusing. Orangnya rame banget bisa dibilang perjalanan pulang ini penumpangnya lebih ramai daripada pas pergi. Ketika sudah mendekati kapal dan seperti ada pengecekan gitu si Guidenya hilang entah kemana padahal tadi persis ada di depan kami, dan kami udah niat kasih dia tip disaat itu. Kami cukup panik karena nggak tau kapal mana yang harus dinaikin, ada dua kapal yang bentuknya sama dengan nama Miles 1 dan Miles 2. Kan bingung jadinya ditambah Guidenya hilang nggak tau kemana, untungnya ternyata kami cukup menyebutkan nama pemilik agen tour kami. Kami akhirnya bisa pulang walaupun sempat panik disaat-saat terakhir.

Little Seaturtle

Ini turis nyasar entah siapa

Foto-foto always



Ramainya yang mau pulang + Guide hilang entah kemana paniklah kita

Berdesakan untuk kembali ke Jakarta

Bayangin 3 jam tidur depan beginian hahaha


Sayangnya banyak sampah mengambang di dermaga padahal airnya bersih

Perjalanan pulang ini menempuh waktu yang lebih lama beberapa menit dan melalui perjalanan yang cukup extreme. Sebetulnya langit sangat cerah tapi entah kenapa ombanya gede banget sampai kapal goyang sana sini. Bahkan air sampai beberapa kali masuk muncrat ke dalam kapal, uniknya ada satu momen dimana ada salah satu ABK yang buang sampah sembarangan. Dia lempar apa gitu keluar kapal dan tepat saat itu juga ada ombak gede nerjang dan bikin dia basah *hukuman alam mungkin*. Di perjalanan pulang karena rame banget saya dan sepupu dapet tempat persis di depan mesin kapal (bagian kapal paling belakang dekat pintu keluar belakang kapal) yang bunyinya bikin nggak bisa tidur. Teman saya yang duduk di lambung kapal tiba-tiba chat di grup whatsapp kalau ternyata di depan pada basah kuyup airnya masuk banyak. Setelah sampai di Muara Angke, teman saya ini cerita kalau ketika kapal sampai goyang kiri kanan cukup parah dia sampai mikirin amit-amit kalau terbalik harus keluar lewat jendela mana. Puji Tuhan kami sampai dengan selamat di Muara Angke sekitar pukul 15.45 walaupun cukup extreme di tengah perjalanan.

Inilah kisah saya  dan teman-teman Trip To Pulau Harapan 15-17 Juni 2018. Intinya senang walaupun sedikit kecewa karena agen tour dan Guide yang sedikit aneh. Pulau Harapan ini punya potensi bagus jadi primadona wisata di Pulau Seribu, hanya perlu diperbaiki system agen tournya. Lebih mahal dikit nggak masalah selama itu memuaskan wisatawan. Juga perlu disadari jangan buang sampah sembarangan. Dermaganya airnya jernih sebetulnya tapi banyak orang yang nggak peduli dan buang sampah begitu saja di Pulau ini. Kalau begini terus lama-lama pulau ini nggak akan indah lagi dan bisa jadi dilupakan orang. Itulah pengalaman saya 3 hari 2 malam di Pulau Harapan, sejuta harapan, sejuta keindahan, sejuta kebahagiaan, tapi sedikit kekecewaan. Tuhan memberkati.

Komentar

Postingan populer dari blog ini