CATATAN DARI THAILAND
(Part 1)


Are you alone handsome boy? Wanna take a time with me? Tiba-tiba ada seseorang berperawakan perempuan menggandeng tanganku di tengah remang-remangnya jalan. Kukira dia perempuan tapi ternyata dia adalah oh tidak laki-laki yang berdandan seperti perempuan! This is lady-boy!





Three man lost in Pattya

  


Jadi setelah puas menikmati pelarian dari hiruk pikuk dan macetnya kota Bogor ke Pulau Harapan, KepulauanSeribu.

Hari yang saya tunggu-tunggu pun tiba, saya dan segenap guru dan karyawan akan berangkan menuju ke negeri Gajah Putih. Perjalanan kami dimulai dengan berkumpul di sekolah tercinta tempat kami mengajar, SMA Regina Bogor pukul 02.00 WIB. Kami semua menuju ke Bandara dengan satu bus besar untuk seluruh anggota Trip  Thailand. Kami direncanakan take off pukul 07.05 WIB dengan pesawat Thai Lion Air menuju Don Mueang International Airport (BKK). Perjalanan menempuh waktu sekitar 3 jam 15 menit. Satu hal yang pasti namanya naik pesawat Thailand pasti pake Bahasa Thailand dong dan ya kita nggak ngerti apa-apa mana tulisannya juga bikin bingung.

Bandara International Soekarno Hatta di waktu subuh



Sekitar pukul 10.15 Waktu Thailand (waktunya sama kok dengan Indonesia bagian barat), pesawat kami mendarat di Don Mueang International Airport. Hal pertama yang saya pikir ketika mendarat adalah “ternyata Thailand cukup banyak peraturan”. Terlihat dimana-mana ada tulisan dilarang foto, rekam dan yang paling penting merokok. Sumpah, untuk seorang ANTI ROKOK seperti saya, bahagia rasanya bisa ada di negara ini, karena disini benar-benar dilarang untuk merokok di tempat umum. Seandainya saja Indonesia juga begitu *hope*. Tidak banyak hal yang bisa saya foto karena di beberapa tempat ada larangan foto, ketatnyaaa.

Setelah keluar dari Bandara kami disambut banyak sekali penjual SIM Card Thailand dengan beraneka harga dan jenis kuota yang disediakan. Waktu itu saya cukup tertarik dengan kartu True yang katanya adalah Telkomselnya orang Thailand. Tapi oleh pihak tour, kami diberi informasi untuk membeli SIM Card yang disediakan oleh tour guide saja karena lebih aman dan dijamin sinyalnya bagus. Untuk kartu SIM Card di Bandara paling mahal dijual seharga 150THB tapi jika membeli di tour guide menjadi 300 THB tapi ya lebih aman dan ada jaminan koneksi lancar. Oh ya semua penjual SIM Card disini bisa Bahasa Indonesia mungkin karena mayoritas turis ke Thailand adalah orang Indonesia hahaha.

Selama tour ini kami mendapat 2 orang tour Guide orang Thailand asli tapi fasih berbahasa Indonesia namanya adalah Mr Amir dan Mr Silachai. Kebetulan di bus yang saya ikuti, guidenya adalah Mr Silachai yang kerjanya bicara mulu selama di bus *ya iyalah namanya Guide ya*. Orangnya kocak dan kadang-kadang menyindir dengan gaya yang tetap lucu. “Orang Indonesia itu unik, kalau orang bule disuruh jemur di pantai dia akan jemur sampai hitam, tapi orang Indonesia diberi waktu di Pantai akhirnya malah kuliner dan shopping”, itu salah satu yang dibilang Mr Silachai hahaha.
Bus City Tour


Ya dari Bandara Don Mueang, kami langsung dibawa ke Pattaya tepatnya ke Pattaya Floating Market, jaraknya kurang lebih 2,5 jam dari Bangkok dan melewati jalan tol. Saya suka banget sama jalan tol di Thailand ini karena hampir seluruhnya merupakan jalan layang tol tidak seperti di Jakarta yang jalan tolnya di bawah. Di Bangkok ini hampir sepanjang jalan tol berbentuk jalan layang jadi kita bisa melihat kota-kota dengan lebih jelas.

Kira-kira begini mayoritas jalan tol di kota Bangkok


Akhirnya tibalah kami di destinasi pertama yaitu Pattaya Floating Market yang merupakan pasar dan pusat jajanan terkenal di Pattaya. Bentuknya itu ya Pasar tapi mereka jualannya di atas perahu mirip di Kalimantan. Satu yang harus kamu coba kalau kesini adalah beli Jus Jeruk dan Es Limenya karena segar banget beda dengan di Indonesia. Harganya 40 THB atau sekitar RP 16.000 hehehe.


Ini adalah jembatan yang sering jadi spot wefie dan selfie di PFM

Es Lime yang terkenal disini



Ada teman saya yang beli sate buaya tapi saya nggak mau katanya sih enak kayak daging ayam cuma lebih yummy. Tapi saya tetap nggak mau karena ya nggak suka aja sama namanya buaya hahaha. Harga Sate Buaya sekitar 100 THB. Oh ya kalau yang pernah ke Thailand pasti tau kan makanan terkenal dari Thailand yaitu “Mango Sticky Rice”. Akhirnya saya bisa makan ini makanan yang katanya khas banget. Memang sih manisnya beda dan Mangganya beda dengan di Indonesia. Tapi saya makannya nggak sampai habis karena kurang suka dengan manisnya yang manis banget hahahaha. Orang Indonesia kan umumnya lebih suka pedas daripada manis hahaha.
Mango Sticky Rice yang terkenal

Penjual Kalajengking, Kelabang, Kecoa, dll

Kata penjaganya, healing therapy hahaha, yang begini mah di Indonesia juga banyak


Kami hanya sampai jam 16.00 di Pattaya Floating Market dan setelah itu langsung menuju ke Gems Factory. Yak, disinilah tempat batu permata yang indah itu, ada Aquamarine, Ruby, dll tapi harganya alamak butuh kerja sepuluh tahun tanpa makan baru kebeli. Ada patung dari batu ruby harganya 1.500.000 THB sekitar Rp 678.000.000 hahaha. Nggak banyak yang bisa kita lakukan disini karena dilarang foto. Saya sempat merekam dan langsung dilarang sama pegawainya dan dia bilang “shut off your Camera sir or you will fine 10.000 THB". Akhirnya jadi takut deh ngeluarin kamera karena hampir di setiap sudut ada papan dilarang foto atau kamu didenda 10.000 THB sekitar Rp 4.000.000 hahaha gila kan.

Di Gems dan Leather Factory kita cuma bisa foto di depan aja hahaha


Setelah dari Gems Factory kami pun menuju restoran local untuk makan sore dan kemudian check in di Hotel. Hari pertama ini, hotel yang kami tempati adalah Mike Orchid Resort yang letaknya nggak jauh dari Pantai Pattaya. Mr Silachai sang guide bilang kalau kota Pattaya ini kota malam, kalau siang mereka tidur kalau malam mereka rame dan ya begitulah “you know what I mean”. Di Hotel nggak banyak yang bisa kita lakukan selain nonton bola karena Cuma itu yang bisa ditonton. Ada sih film bagus tapi di dubbing Bahasa Thailand wakaka jadinya Cuma nonton bola deh. Ada insiden di tempat ini, saya dan teman sekamar, Pak Bram namanya sedang asyik menonton tiba-tiba tv mati dan mengeluarkan suara seperti letupan kecil disertai bau hangus. Alhasil kami bingung dan takut kalau tvnya rusak hahaha dan ternyata yang meledak itu chargernya si Pak Bram. Untung yang dia charge itu Power Bank bukan handphone. Setelah memanggil orang Hotel, listrik di kamar bisa dinyalakan lagi. So bagi kamu yang ke Thailand hati-hati ya karena tegangannya bisa jadi berbeda dengan Indonesia.

Pattaya Beach di sore hari

Makan sore kami di hotel dekat Pantai Pattaya, namanya Thailand pasti terkenal Tom Yam nya yang rasanya asem dan pedasss


Foto bareng setelah insiden konslet listrik

Kolam renang dilihat dari beranda hotel Mike Orchid Resort


Sekitar jam 20.00, geliat kota Pattaya the night city ini mulai terlihat. Dari beranda hotel, saya bisa melihat banyak orang mulai lalu lalang. Karena penasaran, saya pun keluar bersama yang lain menuju Pantai Pattaya. Pantainya ya mirip-mirip Anyer cuma airnya lebih bersih tapi jangan dibandingin sama Lombok ya hahaha. Kami pun berjalan menuju ke McDonald terdekat dan terus sampai tiba di sebuah gang yang remang-remang dengan papan nama bar dan pub di kiri kanan jalan. Inilah kehidupan malam di kota ini, karena penasaran sekaligus menguji iman wkwkwkwk kami pun jalan ke gang tersebut. Sampai di tengah jalan, saya memilih untuk kembali ke Hotel lebih dulu karena sudah lelah dan kurang tidur selama perjalanan ke Thailand Cuma tidur sekitar 1 jam saja. Ada hal unik yang saya lihat disini, banyak orang bule suka banget naik angkot disini yang kalau di Jakarta itu mirip mobilnya satpol pp hahahaha.

Orang bule utamanya arab pada senang naik angkot disini yang kalau di Jakarta itu mobil satpol pp


 
Pantai Pattaya di waktu malam

Keramaian nonton Piala Dunia yang bahasa komentatornya bahasa Thailand padahal yang nonton banyakan orang Rusia hahaha

Salah satu gang remang-remang di Pattaya


Gang remang-remang di Pattaya

Dalam perjalanan pulang di tengah gang yang remang-remang saya asik foto sana sini, untungnya ada orang yang fasih Bahasa Indonesia juga disitu, dan dia bilang “jangan foto sembarangan nanti didenda”. Yak lagi-lagi akhirnya saya terpaksa menyimpan kamera dan handphone di dalam tas. Tidak berapa lama tiba-tiba terdengar suara “Are you alone handsome boy? Wanna take a time with me?”. Tiba-tiba ada seseorang berperawakan perempuan menggandeng tanganku di tengah remang-remangnya jalan. Kukira dia perempuan tapi ternyata dia adalah oh tidak laki-laki yang berdandang seperti perempuan! This is lady-boy!........To be continued


Komentar

Postingan populer dari blog ini

TRIP PULAU HARAPAN KEPULAUAN SERIBU, SEJUTA HARAPAN SEJUTA KEINDAHAN SEDIKIT KEKECEWAAN